Lembayung Senja – Aku bersama rinduku

Aku bersama rinduku

 

Karena pada setiap pagi motorik senyumku kalut membentur hujan semalam.

Lebih tepatnya aku berada pada keterpurukan tanpa sapaan.

Mungkin akan terasa bahagia saat cahaya matahari mulai membentur kaca kamar tidurku telah terhidangkan semangkuk semangat bertuliskan namaku.

Namaku, serangkaian sandi sederhana yang mencoba tegar tanpa sandaran.

 

Jika bukan karena hati begitu mendayu-dayu.

Tidaklah hal mustahil, kini aku terlihat menyedihkan terbata memanggil namamu.

Dan kini lihatlah aku, aku yang tengah berada dibawah kendalimu.

Menumpuk rindu disemua sela-sela ruangku, terus dan terus hingga tak ada lagi ruang untuk aku dapat menumpuknya.

Karena sesungguhnya, rinduku hanyalah sebatas ruang kecil dihatimu.

Namun, sesulit inikah aku membuat ruang untuk menyimpan hebatnya rindu untukmu.

 

Dan ketika rindu telah pergi bersama senja

Bersama malam ini harapan tenggelam

Tak lagi mencua tulusnya pengharapan yang telah terabaikan.

 

Dan dengarlah ini, cerita pagiku.

Cerita rinduku yang baru saja mulai kuncup bersama hujan.

Namun secepat itulah kamu memangkas bunganya dan mengabaikan daun yang tertinggal.

Aku bersama rinduku.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *